Nashruddin dan Keledai

Nashruddin dan Keledai

Suatu hari Nashruddin mengadakan perjalanan bersama sekelompok orang, lalu mereka singgah di sebuah tempat. Ketika mereka hendak meneruskan perjalanan, Nashruddin meminta kepada salah seorang temannya untuk mengambilkan keledainya. Dia lalu mengambil keledai itu dan memberikannya kepada Nashruddin.

Ketika Nashruddin menaiki keledai itu dan meletakkan kaki kanannya ke pelana, Nashruddin terpeleset dan jatuh tersungkur ke tanah. Seluruh temannya tertawa melihat itu. Karena malu, Nashruddin berkata, “Aku tidak tergelincir, tapi keledaiku ini memang sulit dinaiki.”

Bagaimana Melihat Sebelah Kanan

Datang seorang tamu ke rumah Nashruddin dan menginap di rumahnya. Tengah malam, tamu itu terbangun dari tidurnya dan memanggil Nashruddin sambil berkata kepadanya, “Wahai tuan, tolong ambilkan aku sebuah lilik yang ada di sebelah kananmu itu.”

Mendengar permintaan tamunya itu, Nashruddin menjadi bingung dan berkata, “Gila kamu. Bagaimana mungkin aku melihat sebelah kananku, sementara keadannya gelap gulita?”

Setengah Kepala

Suatu hari, Nasheuddin pergi ke sebuah pemangkas rambut untuk mencukur rambutnya. Setelah selesai, dia memberikan kepadanya uang satu dirham.

Setelah satu minggu, Nashruddin datang kembali ke tempat itu guna mencukur rambut untuk yang kedua kalinya. Setelah selesai, seperti biasa, pemangkas rambut itu berdiri di depan Nashruddin untuk meminta ongkosnya.

Nashruddin berkata kepadanya, “Wahai sahabat, engkau kan tahu bahwa kepalaku ini botak, sehingga kepala ini sama dengan setengah kepala. Bukankah engkau telah memangkas rambutku ini dua kali? ongkosnya yang satu dirham itu!”

Burung Gagak Lebih Membutuhkan

Nashruddin beserta istrinya pergi ke danau untuk mencuci pakaian. Setelah keduanya sampai dan meletakkan pakaian, tiba-tiba datang seekor gagak yang hinggap di atas pakaian itu lalu membawa terbang sabun miliknya.

Melihat itu, istri Nashruddin berteriak dan berkata, “Lihat! gagak itu telah mencuri sabun kita.”

Nashruddin menjawab dengan tenang, “mengapa mesti bingung … bukankah baju sang gagak jauh lebih kotor ketimbang pakaian kita? tentunya dia lebih membutuhkan sabun.”

Haruskah Aku Pergi Lebih Jauh Lagi?

Suatu malam, istri Nashruddin berkata kepadanya, “Menjauhlah sedikit dariku.”

Dengan cepat Nashruddin mengambil sepatunya dan berjalan menempuh jarak perjalanan selama dua jam. Ketika menjumpai seseorang, dia berkata kepadanya,”Jika engkau berjumpa dengan istriku, sampaikan padanya, haruskah aku pergi lebih jauh lagi?”

sumber: http://www.indospiritual.com/artikel_nashruddin-dan-keledai.html

0 Responses to “Nashruddin dan Keledai”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: